Blognya DIAN SAHID

sebuah muatan yang dapat dikeluarkan dan dimanfaatkan

Thibbun Nabawi : Mengobati Diare dengan madu

Mengutip kitab yang ditulis Oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah, dengan judul kitab Thibbun Nabawi, berikut ane paparkan sedikit mengenai pengobatan penyakit diare atau sakit perut dengan menggunakan madu.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abdul Mutawakkil dari Abu Sa’id Al-Khudri rodiallohuanhu berkata : “seorang lelaki menemui Rasulullah shollalohu ‘alaihi wasalam dan berkata : “Saudaraku mengeluh sakit perut (dalam riwayat lain mengeluh diare), Rasulullah shollalohu ‘alaihi wasalam bersabda “berilah ia madu” lelaki itu pergi, tapi tak lama kemudian datang lagi sambil berkata “saya telah memberinya madu, tetapi tak membantunya (dalam riwayat lain dikatakan, sakitnya malah memburuk) Ia mengulanginya 2 atau 3 kali, sementara itu Rasulullah shollalohu ‘alaihi wasalam tetap mengatakan kepadanya, “berilah ia madu” pada kali ke-3 atau ke-4, Rasulullah shollalohu ‘alaihi wasalam bersabda “Allah benar, perut saudaramu itu bohong””. (dikeluarkan pula oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi serta Nasa’i)

Madu, zat yang dihasilkan oleh lebah ini memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, selain diare madu juga berkhasiat untuk mengobati penderita batuk berdahak, meminum madu hangat yang dicampur minyak mawar dapat menyembuhkan gigitan hewan berbisa. selain untuk diminum, madu juga bisa digunakan untuk kecantikan dan kelembutan rambut.

Masih dari kitab Thibbun Nabawi – Ibnul Qayyim, bahwa madu tidak memiliki efek samping dan tidak merugikan kecuali bagi penderita empedu, sehingga harus dicampur dengan cuka untuk menetralisir dampak buruknya.

Dalam Sunan Ibnu Majah diriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah rodiallohuanhu : “Barangsiapa meminum 3 sendok madu dalam 3 pagi saja setiap bulan, niscaya ia tidak akan terkena penyakit”.

Dan pada akhirnya, bahwa Pengobatan yang datang dari Rasulullah shollalohu ‘alaihi wasalam adalah yang berasal dari wahyu, sedangkan sebagian besar obat-obatan yang diberikan kedokteran selain Rasulullah shollalohu ‘alaihi wasalam merupakan hasil hipotesis, observasi dan eksperimentasi.

Obat dari Rasulullah shollalohu ‘alaihi wasalam hanya akan bermanfaat bagi orang-orang yang mengakui dan meyakininya, Allohu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: