Blognya DIAN SAHID

sebuah muatan yang dapat dikeluarkan dan dimanfaatkan

dikerjai oknum (kasus tilang)

Sebagai seorang pengendara motor tentunya perkara ditilang polisi bukan merupakan hal yang aneh lagi, selama 9 tahun ini ane mengendarai sepeda motor kira2 sudah > 6 kali ditilang, hasilnya bisa ngerasain cara nebus si kartu izin yaitu mulai dari nyogok pak polisi, bayar langsung di Bank BRI hingga ikut sidang yang ngga jelas prosesnya.
Beberapa pekan yang lalu sempat ditilang pak polisi karena tidak memakai helm di perempatan pemda Cibinong, dengan tanpa basa-basi anepun menyanggupi untuk ikut sidang pada tanggal yang telah ditentukan di surat tilang tanpa mengajak berdamai (karena ane pikir daripada uangnya masuk kantong pak polisi…๐Ÿ˜€ ), hingga pada hari H anepun datang ke kejaksaaan, karena datang terlalu pagi ane sempat menunggu 1 jam sebelum bisa masuk.
Dengan berpura-pura sok tahu anepun mulai masuk ke kejaksaan, karena banyak calo yang menawarkan bantuan sikap ini ane lakukan untuk mencegah si calo memaksa, oleh petugas dari kejaksaan bahwa pihak yang ditilang disuruh melihat papan pengumuman apakah namanya tertera atau tidak untuk mengikuti sidang, namun setelah melihat berulang-ulang nama ane dan beberapa orang lainnya saat itu tidak tertera hingga mulai muncul kepanikan diantara orang2 yang ditilang, tidak disangka calo2 yang saat itu sudah standby langsung menawarkan bantuan pengambilan SIM dengan biaya 150rb.
Ane-pun langsung buruk sangka akan kejadian ini, tanpa berputus asa untuk langsung membayar calo, ane menanyakan langsung ke petugas kejaksaan untuk penyelesaiannya, hingga diumumkan untuk menuju Polsek setempat untuk mengambil SIM yang ditahan, mengetahui ini ane dan orang2 lainnyapun segera menuju Polsek (dengan merasa lega).
Emosi makin menjadi-jadi saat di Polsek, ketika disuruh oleh pak polisi untuk melihat papan pengumuman dan mencari nama masing2 kemudian mencatat nomor urutnya dan disuruh kembali ke kejaksaan untuk memberitahu nomor urutnya, anepun sempat protes ke pak polisi dan bilang ” klo cuman begini sih tempel aja di kejaksaaan, jadikan ga perlu mondar-mandir, ini namanya mempersulit pak!“, pak polisi cuman bilang “ya, itu sih orang kejaksaanya aja yang males…“, diliputi rasa dongkol anepun segera kembali menuju kejaksaan.
Di kejaksaan, anepun segera masuk ke ruang sidang dan memberitahukan nomor urut yang didapat dari polsek ke petugas, namun lagi2 ane ditolak karena nomor urutnya tidak cocok dengan nama yang ditilang dan disuruh menunggu hingga persidangan selesai, merasa diperlakukan tidak enak anepun sempat adu mulut dengan petugas kejaksaan, diantaranya ane katakan “ini namanya mempersulit pak!“, masih merasa dongkol anepun keluar persidangan untuk duduk dan menenangkan diri.
Hingga pada akhir persidangan anepun didatangi petugas kejaksaan untuk dibantu mengambil SIM, dengan membayar uang tilang 50rb surat izin mengemudi yang ane inginkan bisa didapat, alhamdulillah.

6 responses to “dikerjai oknum (kasus tilang)

  1. qsew 14/12/2010 at 02:59

    emang nyebelin banget gan kalo lagi apes begitu… serba salah๐Ÿ™‚
    kalo lain kali kena tilang lagi giman gan?
    kalo ane sih mendingan damai aja
    kata pulisi, Damai itu indah..
    bukan ding damai itu 20 rebu rupiah๐Ÿ™‚

  2. Hybrid cars 14/12/2010 at 10:20

    Memang katanya akan memperbaiki kinerja. kalau nyatanya seperti ini, kinerja mana yang diperbaiki ? Sabar sob, aku juga pernah ngalami seperti ini…..

  3. farandyryan 17/12/2010 at 21:03

    itu dia potret kinerja para oknum yang mempersulit ..

    bukan masalah duit , tapi damai amapolisi emang mahal + sulit …๐Ÿ˜€

    salam kenal …๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: