Blognya DIAN SAHID

sebuah muatan yang dapat dikeluarkan dan dimanfaatkan

Monthly Archives: July 2011

pendakian ke-dua puncak gunung gede, Juli 2011

Ini adalah kali kedua ana melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede yang diadakan oleh komunitas Ikhwan Bojonggede, seperti memakan sambel yang tidak pernah merasa kapok, seperti ini pulalah yang ana rasakan disaat melakukan pendakian, usaha yang begitu melelahkan dan keras terbayarkan sudah ketika sampai di tujuan.
Diadakan tanggal 8 s/d 10 Juli 2011, seperti biasa kami semua berkumpul di Ghizan Herbal (Toko Herbal milik Abu Fahd) yang terdiri dari enam orang sebagai titik awal perjalanan dimalam hari, qodarullah perjalanan menuju Cipanas kami tidak mengeluarkan uang sepeserpun dikarenakan menumpang kendaraan tetangga toko yang akan pergi menuju Bandung, menunggu datangnya pagi kami beristirahat di halaman rumah penduduk dengan suhu saat itu sekitar 13 °C, lepas sholat shubuh kami segera bergegas untuk melakukan pendakian awal melalui wilayah Gunung Putri.

Belum hilang kenangan awal memulai pendakian dari Gunung Putri, maka ini terulang kembali dan seperti mimpi, miris hati ini melihat sampah yang berserakan  di sepanjang jalan seakan melihat ketidakpedulian para pendaki yang ogah-ogahan. Kondisi jalan yang cukup menantang dengan medan yang cukup terjal membuat kami sangat cepat kelelahan, sehingga mau tidak mau harus banyak istirahat.
Alhamdulillah, sekitar jam 12 siang kami tiba di alun-alun Surya Kencana, sempat beristirahat dan melakukan dokumentasi dalam bentuk foto kamipun melakukan perjalanan kembali untuk mencari lokasi membangun tenda, cuaca kemarau yang sedang dialami membuat kami kesulitan mencari lokasi membangun tenda yang dekat dengan sumber mata air.
Seakan ingin meneriaki para pendaki dengan ulahnya yang tidak peduli, kotoran manusia berserakan di sekitar mata air seakan tidak berbunyi, masyaallah.
Sore itu dengan suhu sekitar 6°C, Abu Fahd sebagai ketua pendakian sempat menyampaikan nasihat seputar sunnah2 selama pendakian, tentunya dengan harapan pendakian yang kami lakukan bisa mendatangkan manfaat.
Malam itu dengan suhu mencapai 1,3 °C kami semua istirahat (tidur, walaupun tidak bisa pulas karena cuaca yang sangat dingin) untuk mempersiapkan diri melakukan perjalanan kembali menuju puncak Gunung Gede, ini pengalaman pertama ana melihat butiran2 es yang menempel di tenda disaat berbenah untuk melanjutkan pendakian.
Alhamdulillah sekitar jam 04:30 WIB kami tiba di puncak Gunung Gede dengan harapan bisa melihat fajar shadiq untuk menentukan waktu sholat shubuh dan terbitnya matahari, perjalanan selanjutnya dari pendakian ini ialah menuju Cibodas sebagai gerbang akhir pendakian, di sepanjang jalur ini kami menjumpai beberapa tempat yang cukup terkenal dikalangan pendaki diantaranya Tanjakan setan, Kandang badak, Kandang Batu, Telaga Biru, Air Terjun dan lain2 yang saya tidak hapal satu persatu namanya.

Alhamdulillah, selama perjalanan ini kami tidak mendapatkan kendala yang cukup berarti sehingga kami semua bisa kembali ke rumah masing-masing dengan selamat, dan secara pribadi ana siap untuk melakukan pendakian selanjutnya, insyaallah…

Do’a berlindung dari fitnah neraka, keburukan kaya dan miskin

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa dengan kalimat-kalimat ini, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ

“ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN FITNATIN NAAR WA ‘ADZAABIN NAAR, WA MIN SYARRIL GHINAA WAL FAQR”
(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah Neraka dan adzab Neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kefakiran).” (HR. Abu Daud no. 1543. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Faedah dari do’a di atas:

Pertama: Pentingnya berlindung dari adzab (siksa) neraka.

Kedua: Adzab neraka biasa ditimpakan bagi orang-orang kafir. Sedangkan ahli tauhid yang mereka mampir dulu di neraka sebab dosa-dosa mereka, mereka bukan diadzab. Mereka hanya dibersihkan dari dosa yang mereka perbuat. Demikian keterangan dari penulis ‘Aunul Ma’bud, Al ‘Azhim Abadi rahimahullah. Ini menunjukkan bahwa selama seseorang bertauhid atau beriman dengan benar, jika ia masuk neraka, ia tidak akan kekal di dalamnya.

Ketiga: Permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram. –Demikian keterangan dari Ibnu Katsir rahimahullah-.

Keempat: Di antara jalan selamat dari neraka adalah dengan melatih diri untuk bersyukur, bersabar dan tidak melupakan dzikir pada Allah. Ada perkataan yang amat baik dari Al Qosim bin ‘Abdirrahman,

من أعطي قلبا شاكرًا، ولسانًا ذاكرًا، وجسدًا صابرًا، فقد أوتي في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة، ووقي عذاب النار.

Barangsiapa yang dianugerahkan hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, jasad yang selalu bersabar, sungguh ia akan diberi kebahagiaan dunia, kebahagiaan akhirat dan diselamatkan dari siksa neraka.”

Kelima: Berlindung dari fitnah neraka dapat berarti berlindung dari siksa yang akan menjerumuskan dalam neraka, yang mana siksa tersebut akan terus berulang ketika seseorang di dalamnya.
Juga yang dimaksud dengan berlindung dari fitnah neraka adalah berlindung dari pertanyaan penjaga neraka, di mana maksud pertanyaan tersebut untuk menjelekkan orang yang masuk ke dalamnya. Pengertian kedua ini adalah isyarat dari firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mulk,

كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْج سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِير

Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” (QS. Al Mulk : 8  ) –Demikian penjelasan menarik dari penulis ‘Aunul Ma’bud-

Keenam: Pentingnya berlindung dari kekayaan yang dapat membawa pada keburukan. Yang dimaksudkan di sini adalah sifat sombong dan melampaui batas terhadap kekayaan yang diberikan. Yang dimaksudkan juga adalah menggunakan harta untuk hal-hal yang diharamkan atau hal maksiat, juga untuk saling berbangga dengan harta dan kedudukan. Semoga Allah melindungi kita dari sifat yang buruk karena harta.

Ketujuh: Pentingnya berlindung dari kefakiran (kemiskinan) yang mengandung kejelekan. Yang dimaksudkan di sini adalah sifat hasad(dengki) dengan orang-orang kaya dan begitu tamak dengan harta-harta mereka. Juga yang dimaksudkan keburukan miskin adalah menghinakan diri (dengan meminta-minta atau mengemis) sehingga merendahkan kehormatan dan merusak agama. Yang dimaksudkan keburukannya lagi adalah tidak ridho dengan ketentuan Allah yang telah membagi rizki pada setiap makhluk dengan begitu adilnya.

Kedelapan: Dalam lafazh lainnya dalam sunan At Tirmidzi, digunakan lafazh syarri fitnatil ghina (شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى) dan syarri fitnatil faqr (شَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْر] Yang dimaksud fitnah kaya dan miskin bisa berarti ujian atau cobaan.Bisa jadi kekayaan dan kemiskinan adalah cobaan yang Allah beri. Dengan kekayaan mampukah seseorang untuk bersyukur. Dengan kemiskinan bernarkah ia mampu bersabar. Jadi keduanya bisa jadi ujian.

Kesembilan: Kekayaan dan kemiskinan kadang bisa membawa pada kebaikan dan kadang pula bisa membawa pada kerusakan.

sumber : http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3099-doa-berlindung-dari-keburukan-kaya-dan-miskin.html