Blognya DIAN SAHID

sebuah muatan yang dapat dikeluarkan dan dimanfaatkan

Kbps ternyata tidak sama dengan KBps

Membandingkan pertelekomunikasian di Indonesia sekitar 8 tahun lalu, maka saat ini terjadi sebuah fenomena besar tatkala beberapa perusahaan penyelenggara telekomunikasi (suara) juga merangkap sebagai penyelenggara internet berkecepatan tinggi (broadband), sehingga mau tidak mau perusahaan yang hanya menyelenggarakan jasa internet saja akan makin tergeser pamornya di tengah-tengah masyarakat,  apalagi dengan maraknya situs web jejaring sosial semacam facebook yang saat ini banyak digandrungi mulai dari anak-anak hingga orang tua tentunya akan meningkatkan permintaan produk-produk pendukung semisal notebook, laptop, PC, modem USB, modem ADSL, HP modem dsb.

Berbicara mengenai modem dan sim card yang kita gunakan biasanya akan disuguhkan iming2 kecepatan yang disediakan oleh pihak provider, mulai dari 153 kbps hingga 14 Mbps dan memang ternyata benar bahwa banyak dari para pengguna yang tidak mengerti maksudnya, ada yang beranggapan klo kecepatan yg dibeli sebesar 1 Mbps berarti bisa mendownload file MP3 yg ukurannya 4 MB hanya dalam waktu 4 detik.

Sedikit ada yang perlu kita ketahui, yaitu :
1. Kbps -> Kilo bits per second
2. KBps -> Kilo Byte per second
3. KB/s -> Kilo Byte per second

Kbps yang dimaksud ialah banyaknya data dalam bilangan biner (1 dan 0) yang dapat dikirim dalam waktu 1 detik, sedangkan KBps atau KB/s ialah besarnya data dalam ukuran Byte yang dapat dikirim dalam waktu 1 detik.
Secara matematika 1 Byte itu terdiri dari 8 bits.
Jadi, misalkan kecepatan yang kita beli sebesar 153 Kbps maka :
153000 bits / 8 = 19125 Byte atau 19,1 KB
sehingga kecepatan maksimal rata-rata saat mendownload file yaitu sebesar 19,1 KB/s

Berdasarkan pengalaman pribadi disaat mencoba bandwidth 153 Kbps sekitar 3 tahun lalu, kecepatan rata-rata saat mendownload file yaitu antara 6 KB/s hingga 28 KB/s, benar-benar mengagumkan menurut ane bila dibandingkan saat ini.

Advertisements

Selamat Hari Raya ‘Ied Fitr 1432 H

ana ( Dian Sahid Abu Shafiyyah ) selaku pengelola blog ini mengucapkan.

SELAMAT HARI RAYA ‘IED FITR 1432 H


Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian

pendakian ke-dua puncak gunung gede, Juli 2011

Ini adalah kali kedua ana melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede yang diadakan oleh komunitas Ikhwan Bojonggede, seperti memakan sambel yang tidak pernah merasa kapok, seperti ini pulalah yang ana rasakan disaat melakukan pendakian, usaha yang begitu melelahkan dan keras terbayarkan sudah ketika sampai di tujuan.
Diadakan tanggal 8 s/d 10 Juli 2011, seperti biasa kami semua berkumpul di Ghizan Herbal (Toko Herbal milik Abu Fahd) yang terdiri dari enam orang sebagai titik awal perjalanan dimalam hari, qodarullah perjalanan menuju Cipanas kami tidak mengeluarkan uang sepeserpun dikarenakan menumpang kendaraan tetangga toko yang akan pergi menuju Bandung, menunggu datangnya pagi kami beristirahat di halaman rumah penduduk dengan suhu saat itu sekitar 13 °C, lepas sholat shubuh kami segera bergegas untuk melakukan pendakian awal melalui wilayah Gunung Putri.

Belum hilang kenangan awal memulai pendakian dari Gunung Putri, maka ini terulang kembali dan seperti mimpi, miris hati ini melihat sampah yang berserakan  di sepanjang jalan seakan melihat ketidakpedulian para pendaki yang ogah-ogahan. Kondisi jalan yang cukup menantang dengan medan yang cukup terjal membuat kami sangat cepat kelelahan, sehingga mau tidak mau harus banyak istirahat.
Alhamdulillah, sekitar jam 12 siang kami tiba di alun-alun Surya Kencana, sempat beristirahat dan melakukan dokumentasi dalam bentuk foto kamipun melakukan perjalanan kembali untuk mencari lokasi membangun tenda, cuaca kemarau yang sedang dialami membuat kami kesulitan mencari lokasi membangun tenda yang dekat dengan sumber mata air.
Seakan ingin meneriaki para pendaki dengan ulahnya yang tidak peduli, kotoran manusia berserakan di sekitar mata air seakan tidak berbunyi, masyaallah.
Sore itu dengan suhu sekitar 6°C, Abu Fahd sebagai ketua pendakian sempat menyampaikan nasihat seputar sunnah2 selama pendakian, tentunya dengan harapan pendakian yang kami lakukan bisa mendatangkan manfaat.
Malam itu dengan suhu mencapai 1,3 °C kami semua istirahat (tidur, walaupun tidak bisa pulas karena cuaca yang sangat dingin) untuk mempersiapkan diri melakukan perjalanan kembali menuju puncak Gunung Gede, ini pengalaman pertama ana melihat butiran2 es yang menempel di tenda disaat berbenah untuk melanjutkan pendakian.
Alhamdulillah sekitar jam 04:30 WIB kami tiba di puncak Gunung Gede dengan harapan bisa melihat fajar shadiq untuk menentukan waktu sholat shubuh dan terbitnya matahari, perjalanan selanjutnya dari pendakian ini ialah menuju Cibodas sebagai gerbang akhir pendakian, di sepanjang jalur ini kami menjumpai beberapa tempat yang cukup terkenal dikalangan pendaki diantaranya Tanjakan setan, Kandang badak, Kandang Batu, Telaga Biru, Air Terjun dan lain2 yang saya tidak hapal satu persatu namanya.

Alhamdulillah, selama perjalanan ini kami tidak mendapatkan kendala yang cukup berarti sehingga kami semua bisa kembali ke rumah masing-masing dengan selamat, dan secara pribadi ana siap untuk melakukan pendakian selanjutnya, insyaallah…