Blognya DIAN SAHID

sebuah muatan yang dapat dikeluarkan dan dimanfaatkan

Tag Archives: ramadhan

perbaiki amalan, di bulan Ramadhan

Alhamdulillah, setelah sekian lama blog ini tidak terisi postingan karena ada kerusakan database, maka pada malam pertama di bulan ramadhan 1431 H ini saya berusaha membuat tulisan singkat yaitu dalam rangka saling nasihat-menasihati dalam kebaikan.

Sebuah pemandangan yang cukup mengharukan tatkala memasuki bulan ramadhan, yaitu masjid-masjid selalu dipenuhi oleh orang-orang yang ingin meraup pahala sebanyak-banyaknya dari beribadah, penting bagi kita sebagai seorang muslim didalam melakukan amalan-amalan mengikuti contoh dari rasulullah shollallohu alaihi wasallam, dimana allah subhanahuwata’ala berfirman mengenai telah sempurnanya syariat agama ini.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.” (Al-Maidah: 3)

Ayat ini menggambarkan kesempurnaan agama islam yang dibawa oleh rasulullah shollallohu alaihi wasallam, yaitu sebuah pedoman hidup bagi setiap manusia dari zaman ke zaman.

Yang dalam hal ini penting bagi kita untuk mengikuti para pendahulu/salafus shalih dalam beribadah, dimana mereka merupakan murid dari rasulullah shollallohu alaihi wasallam, yang paling paham akan penerapan risalah yang disampaikan rasulullah shollallohu alaihi wasallam, seperti dalam sebuah hadits ini.

Dari Nafi’ : Bahwasannya ada seseorang bersin di samping Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhu, lalu dia berkata : “Alhamdulillah was-salaamu ‘alaa Rasulihi (segala puji bagi Allah dan kesejahteraan bagi Rasul-Nya)”. Maka Ibnu ‘Umar berkata : “Dan saya mengatakan, alhamdulillah was-salaamu ‘alaa Rasuulillah. Akan tetapi tidak demikian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami. Akan tetapi beliau mengajari kami untuk mengatakan : “Alhamdulillah ‘alaa kulli haal” (Alhamdulillah dalam segala kondisi) [HR. At-Tirmidzi no. 2738, Hakim 4/265-266, dan yang lainnya dengan sanad hasan].

Terlihat, bagaimana Ibnu Umar dengan tegasnya membela sunnah rasulullah shollallohu alaihi wasallam dalam hal yang sangat kecil sekalipun yaitu bersin.
Jadi, di kesempatan awal bulan Ramadhan ini mari kita sama-sama meningkatkan amalan-amalan, yaitu yang sesuai dengan contoh rasulullah shollallohu alaihi wasallam, walaupun cuman sedikit dan sederhana.

wallahu’alam.
Dian Sahid Abu Shafiyyah

Advertisements

Hukum Qunut witir pada pertengahan Ramadhan sampai akhir

sujudQUNUT PADA PERTENGAHAN RAMADHAN SAMPAI AKHIR RAMADHAN

Disyari’atkan juga qunut pada pertengahan Ramadhan sampai akhir Ramadhan, berdasarkan riwayat Sahabat dan Tabi’in.

Dari ‘Amr bin Hasan, bahwasanya ‘Umar radhiyallahu anhu menyuruh Ubay radiyallahu ‘anhu mengimami shalat (Tarawih) pada bulan Ramadhan, dan beliau menyuruh Ubay radhiyallahu ‘anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan yang dimulai pada malam 16 Ramadhan.[8]

Ma’mar berkata: “Sesungguhnya aku melaksanakan qunut Witir sepanjang tahun, kecuali pada awal Ramadhan sampai dengan pertengahan (aku tidak qunut), demikian juga dilakukan oleh al-Hasan al-Bashri, ia menyebutkan dari Qatadah dan lain-lain.[9]

Demikian juga dari Ibnu Sirin.[10] Syaikh al-Albani berkata: “Boleh juga do’a qunut sesudah ruku’ dan ditambah dengan (do’a) melaknat orang-orang kafir, lalu shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendo’akan kebaikan untuk kaum Musli-min pada pertengahan bulan Ramadhan, karena terdapat dalil dari para Shahabat radhiyallahu ‘anhum di zaman ‘Umar radhiyallahu ‘anhu.

Read more of this post